Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe meluncurkan serangkaian program pemulihan ekonomi yang dikenal dengan Abenomics sejak terpilih pada akhir tahun lalu. Abenomics pada dasarnya terdiri dari tiga pilar yaitu stimulus fiskal, mengurangi persoalan moneter, dan strategi pertumbuhan. Setelah sekitar satu tahun berjalan bagaimana kita mencermati Abenomics dari sisi ekonomi politik Internasional?

“Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, demi menjunjung tinggi ilmu pengetahuan dan teknologi, serta untuk kepentingan kemajuan bangsa dan negara Indonesia, maka dengan ini kami mendeklarasikan Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional yang disingkat I-4,” demikian kutipan deklarasi Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I-4) pada tanggal 5 Juli 2009 di Deen Hag, Belanda (Kompas, 6 Juli 2009). Sebagai tindak lanjut, pada tanggal 24 Oktober 2009 yang baru lalu Mendiknas M Nuh didampingi Dirjen Dikti Fasli Jalal meresmikan terbentuknya I-4 tersebut.

Beberapa waktu belakangan ini kita disuguhi tiga fenomena menarik. Akrobat pemberantasan korupsi yang tiada ujung dalam kasus kriminalisasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Terjadinya pemadaman listrik secara bergilir di ibukota negara bahkan di kota-kota seluruh Indonesia. Ditambah pula dengan fenomena alam langganan yang kata Fauzi Bowo “dari anak-anak sampai kakek-kakek juga tahu kalo hujan seperti ini akan jadi banjir” (wawancara dengan media massa medio satu-dua hari ini): yah, banjir merendam ibukota. Belum termasuk beberapa wilayah di luar Jabodetabek karena banjir tersulap menjadi situ-situ mendadak.

Ijinkan saya berbagi informasi tentang telah terbitnya buku kami berjudul “Strategi Tiga Naga: Ekonomi Politik Industri Minyak Cina di Indonesia”. Buku ini saya, Tirta N. Mursitama, tulis bersama Maisa Yudono. Buku ini tentang bagaimana strategi tiga perusahaan minyak nasional Cina mencoba mengamankan pasokan energinya dengan berekspansi ke Indonesia. Tinjauan ekonomi politik internasional dengan menganalisa dinamika industri minyak dunia, kebijakan energi Cina, kebijakan energi Indonesia, karakteristik tiga naga, kedigdayaan tiga naga diakhiri dengan penutup.

Satu dasawarsa lebih otonomi telah berlalu. Sebuah langkah terobosan berani termasuk dalam kehidupan berdemokrasi dan pelayanan publik telah dilakukan. Prakteknya tidak selalu semua seperti yang diharapkan seperti dalam bentuk normatifnya. Disinilah menariknya. Realitas tidak selalu sama seperti yang diteorikan. Begitu banyak penelitian, artikel dan buku telah diluncurkan dalam topik otonomi. Demikian pula dari sudut pandang yang digunakan. Buku ini mencoba melihat fenomena otonomi dari kata mata tarikan global, regional dan nasional. Kami memberanikan diri membahas dari kajian kebijakan publik, bisnis internasional bahkan hubungan internasional. Secara lebih spesifik, buku ini tentang bagaimana tiga daerah yaitu Purbalingga, Makassar dan Banjarbaru berusaha memaknai aturan-aturan pemerintah pusat, mensinergikannya dengan potensi dan karakteristik daerah yang mereka miliki serta tarikan-tarikan global dan regional yang begitu kuat. Pada bagian akhir buku ini kami mengusulkan model best practice perizinan usaha yang integratif. Kami berharap model tersebut dapat menjadi satu alternatif para pengambil kebijakan dalam menyiasati globalisasi. Prof Dr Eko Prasojo Guru Besar Ilmu Administrasi Publik FISIP Universitas Indonesia dan Wakil Menteri PAN dan Reformasi Birokrasi RI berkenan memberikan kata pengantar. Hal ini menambah bobot pentingnya buku ini. Buku ini merupakan hasil penelitian tim dimana saya sebagai koordinator/peneliti utama dibantu Dr. Hamid Chalid, Desy Hariyati dan Sigit I Prianto sebagai anggota tim peneliti. Buku ini diterbitkan oleh Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI), Jakarta. Satu terobosan yang kami lakukan adalah mendistribusikan secara online. Kami menjual buku ini dalam bentuk buku elektronik (e-book) dengan provider www.wayangforce.com. Langkah ini kami pilih sekaligus untuk membuktikan apakah pasar dengan segmen sangat spesifik ini merespon dengan baik. Nah, ketika membaca tulisan ini tentu Anda lah salah satunya. Silakan membaca preview-nya dan membeli e-book kami tersebut di link berikut ini. http://wayangforce.com/index.php/indexme/bookdetail/book_id/16147 Untuk mengetahui lebih dalam dan bergabung bersama komunitas lain yang memiliki minat studi yang sama, silakan mengunjungi laman berikut https://www.facebook.com/MemenangiGlobalisasi dan jangan lupa klik ’suka’ bila Anda mendapatkan manfaat. Masukan dan kritik senantiasa kami tunggu untuk perubahan yang lebih baik di masa depan baik melalui email, FB, twitter maupun laman ini. Terima kasih banyak.  Silakan follow @tirtamursitama

[gdlr_post_slider category="CATEGORY_SLUG" num_fetch="4" num_excerpt="25" caption_position="bottom" thumbnail_size="medium" orderby="date" order="asc" ]Tanggal 25 Maret 2012 yang lalu telah diluncurkan buku “Kebangkitan Kembali Asia Timur: Tinjauan Ekonomi Politik Internasional” karya (almarhum) Dr. Hero U. Kuntjoro-Jakti di Auditorium Pusat Studi Jepang Universitas Indonesia (PSJ UI). Momentum itu sangat spesial tidak hanya bagi saya, tetapi juga bagi pemerhati Hubungan Internasional di Indonesia.  Tidak hanya sebatas akademisi/ilmuan Hubungan Internasional, tetapi juga para praktisi, profesional, diplomat dan masyarakat umum.