TIRTA NUGRAHA MURSITAMA, PHD

Guru Besar, Departemen Hubungan Internasional, Universitas Bina Nusantara

Merebaknya wabah Covid-19 ke seluruh dunia menjadi pandemi global memaksa dunia berubah. Tidak hanya dari negara, pasar, tetapi juga masyarakat. Paling tidak hingga saat ini, China dianggap sebagai salah satu contoh negara yang berhasil meredam virus Covid-19 hingga mengulurkan tangan membantu Italia. Sementara itu, beberapa negara lain mengikuti dengan kebijakan yang beragam dari menutup diri (lock-down) mulai kurun waktu tertentu hingga kebijakan menutup sebagian wilayahnya.

Bertepatan dengan momen peringatan hari Kesaktian Pancasila, Direktorat Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menyelenggarakan Academic Leader Award 2019. Acara yang diselenggarakan di Hotel Vertu Harmoni, Jakarta tersebut berlangsung meriah dan dihadiri oleh para rektor, dosen, dan akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

JAKARTA, Indonesia - 3 Warga Negara Indonesia (WNI) menjadi korban penculikan oleh kelompok bersenjata pada Sabtu malam, 9 Juli di perairan Lahad Datu, Malaysia. Sebuah kapal speed boat tiba-tiba mendekati kapal pukat penangkap ikan tempat mereka bekerja ketika tengah menangkap ikan sekitar pukul 23:30 waktu setempat. Di dalamnya, terdapat 5 pria bersenjata dan langsung naik ke atas kapal. Ketiga WNI diculik dan dibawa kabur ke perairan Tawi-Tawi, Filipina selatan. Maka, ini menjadi insiden keempat yang terjadi dalam 7 bulan terakhir.

Indonesia’s attempts to upgrade its military deterrence are on track, as progress is seen in talks for the purchase of advanced Russian defense equipment and the joint production of ammunition and arms. During a meeting between Indonesian President Joko “Jokowi” Widodo and Russian President Vladimir Putin, Jokowi presented the country’s shopping list, which includes Kilo-class submarines and Sukhoi’s Su-35 multi-role jet fighters.

Pemerintah Indonesia diminta untuk tetap melibatkan kelompok-kelompok informal dalam upaya membebaskan empat WNI yang masih disekap oleh para penyandera di Filipina selatan. Walau dibawah koordinasi pemerintah, pembebasan 10 WNI dari kelompok Abu Sayyaf di Filipina selatan dilaporkan melibatkan sejumlah kelompok dan perorangan yang bersifat informal.

Hubungan Indonesia dengan Amerika Serikat dan Jepang yang telah mesra selama sedikitnya lima dekade kini diuji. Bahkan bukan tidak mungkin, relasi RI dengan Paman Sam dan Samurai Biru sedang di persimpangan. Sejak rezim Orde Baru, Indonesia dikenal dan sering bermain sebagai 'mitra strategis' AS. Lebih-lebih setelah Soeharto dengan jelas menunjukkan keengganan untuk menjalin hubungan serius dengan Uni Soviet selama Perang Dingin yang kemudian berakhir 1989-1990.

Ketua Asosiasi Ilmu Hubungan Internasional Indonesia (AIHII) Tirta Mursitama mengatakan masyarakat ASEAN, termasuk Indonesia, belum kunjung berbaur satu sama lain atau masih terjebak pada organisasi regional yang elitis jelang penerapan Masyarakat Ekonomi ASEAN pada awal 2016. "Belum sepenuhnya berbaur, bahkan lebih dikenal sebagai organisasi regional yang elitis," kata Tirta lewat keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Kamis.

Satu tahun sudah pemerintahan Joko Widodo– Jusuf Kalla (Jokowi–JK) memimpin Indonesia. Dari pandangan hubungan internasional, khususnya diplomasi bisnis Indonesia, duet Jokowi– JK melakukan tugasnya dengan cukup agresif. Di beberapa bagian bahkan cenderung menuai kontroversi. Tulisan ini melihat dari dua hal. Pertama, kecenderungan pemerintah Jokowi–JK lebih dekat ke China. Kedua, implikasi yang ditimbulkan oleh faktor yang pertama tadi dengan kasus kegagalan Jepang dalam memenangkan proyek high-speed railway (HSR) Bandung–Jakarta. Pasca-Reformasi, atau bahkan sejak Orde Baru, Pemerintah Indonesia terus menunjukkan kedekatan dengan China sejak Gus Dur, Megawati, SBY, dan diteruskan Jokowi.

International Relations Department, Bina Nusantara University (IR BINUS) is the first Indonesian university that successfully secures the first grantee of Lecture Series Grant sponsored by the Chiang Ching-Kuo Foundation (CCKF) for International Scholarly Exchange. This foundation is widely known as the most excellent and distinguished non-profit organization whose primarily focus to support scholars and institutions worldwide in their pursuit of research on Chinese Civilization, and to promote cooperation and exchange between domestic and foreign academic organizations.