12
Jan
2015
0

The 15th IR Lecture Series: Indonesia dalam Isu HAM Internasional

Memasuki tahun Baru 2015 Jurusan HI Binus kembali menyelenggarakan The 15th IR Lecturer Series (IRLS). IRLS kali ini  mengundang perwakilan Indonesia untuk Asean Intergovernmental Commission on Human Rights (AICHR) yaitu Bapak Rafendi Djamin. Acara ini diselenggarakan pada tanggal 5 Januari 2015 bertempat di Aula Lantai 8 Kampus Anggrek Universitas Bina Nusantara.

Menurut Bapak Rafendi, Indonesia adalah negara dengan mekanisme HAM Nasional yang independen. Terbukti dengan banyaknya badan-badan perlindungan HAM di Indonesia seperti Komnas HAM, Komnas Anak, hingga pengadilan HAM. Hal ini xukup memperlihatkan bahwa Indonesia sangat concern dengan HAM di negaranya dan meninggalkan negara-negara di Asia Tenggara lainnya.

Selain itu beliau juga menjelaskan mengenai AICHR dimana tujuan didirikannya di ASEAN adalah untuk merespon maraknya kasus pelanggaran HAM di daerah Asia Tenggara. Keberadaan AICHR bukan tanpa dinamika, banyak persoalan di tiap tahunnya disebabkan karena tiap-tiap negara di ASEAN memiliki budaya cara pandang sendiri dalam melihat HAM sehingga membutuhkan proses yang cukup lama untuk menciptakan suatu badan khusus HAM yang resmi di Asia Tenggara.

Di dalam sesi tanya jawab , para mahasiswa terlihat cukup antusias. Pertanyaan yang di ajukan ke Pak Rafendi pun beragam mulai dari yang bersifat personal, masalah HAM domestik hingga masalah Internasional seperti bagaimana peran pemerintah ditiap negara-negara ASEAN menanggapi kasus HAM yang semakin kompleks.

Diakhir sesi, Ketua Jurusan HI BINUS, Dr. Tirta N. Mursitama,  memberikan cinderamata berupa Journal of Asean Studies (JAS) dan piagam kenang-kenangan lalu ditutup dengan sesi foto bersama. IRLS ini sendiri merupakan salah satu bentuk komitmen dan kontribusi dari Jurusan HI Binus untuk mengembangkan pengembangan kapasistas mahasiswa dengan mengundang para pembicara yang berpengalaman di bidangnya untuk berdiskusi secara langsung dengan mahasiswa. [Alvin Ernesto, Anggota Tim Riset HIMHI, Universitas Bina Nusantara]

sumber : binus.ac.id

 

0

You may also like

Mencermati Singapura
Mengapa WNI kerap dijadikan sasaran penculikan Abu Sayyaf?
RI Turns to Russia for Weaponry
RI Diserukan tetap Libatkan Kelompok Informal Soal Sandera
Diplomasi Investasi, Bila Poros Bergeser Ke China

Leave a Reply