3
Sep
2014
0

RI Penting dalam Percaturan Politik Global

Hubungan bilateral antara Indonesia dengan Amerika Serikat (AS) selalu menjadi sorotan dalam kajian  politik internasional di Indonesia.

Hal tersebut selalu menjadi pertanyaan besar dalam pemerintahan Jokowi pada lima tahun ke depan. Hubungan kedua negara besar tersebut menjadi perhatian oleh Direktur East-West Center, Washington DC Dr. Satu P. Limaye dalam diskusi Kijang Initiatives Forum yang  diselenggarakan oleh Departemen Hubungan Internasional  Universitas Bina Nusantara (Binus) bekerjasama dengan  Asosiasi Ilmu Hubungan Internasional Indonesia.

Pada kesempatan itu, Dr. Limaye menggarisbawahi perbedaan kondisi di Asia Tenggara sebagai faktor determinan dalam  hubungan Indonesia-AS.

”Ekonomi Indonesia saat ini berkembang dengan pesat dan  menjadi negara penting dalam politik global, khususnya di Asia. Oleh karena itu, ke depan pola hubungan yang akan dominan adalah melalui pendekatan kawasan, bukan hanya hubungan bilateral,” ucap Dr. Limaye, seperti keterangan tertulis yang diterima Okezone, Kamis (28/8/2014).

Dr. Limaye melanjutkan, irisan keterlibatan AS dengan Indonesia di kawasan Asia Pasifik semakin besar seiring semakin berkembangnya organisasi-organisasi kawasan. Namun, dia juga memiliki catatan ke depan untuk diperhatikan oleh pemerintahan Joko Widodo.

“Salah satu catatan adalah mengenai konsep ekonomi dan politik luar negeri yang belum diterjemahkan dengan baik dalam aksi-aksi konkrit. Salah satu contohnya adalah doktrin politik poros maritim dunia,” ujarnya.

Dirinya mengkhawatirkan jika tidak dikomunikasikan dengan baik, akan menimbulkan hubungan yang kurang baik dengan negara lain.

Hal senada yang disampaikan oleh Kepala Departemen Hubungan Internasional Dr. Tirta Mursitama. Dia mengatakan, Indonesia akan semakin terintegrasi dalam ekonomi politik kawasan dan global. Hal itu menjadikan Indonesia semakin penting bagi AS dalam bidang perdagangan dan investasi.

“Meskipun demikian, rencana yang jelas dan road map yang konkrit menuju pasar bebas ASEAN harus segera diselesaikan, agar Indonesia mendapatkan keuntungan yang maksimal,” ungkap Tirta.

Sekedar informasi, Kijang Initiatives Forum merupakan forum akademik untuk mendiskusikan ide-ide dan gagasan mengenai politik global dan hubungan internasional kontemporer. (fsl) (rhs)

 

sumber : okezone.com

0

You may also like

Mencermati Singapura
Mengapa WNI kerap dijadikan sasaran penculikan Abu Sayyaf?
RI Turns to Russia for Weaponry
RI Diserukan tetap Libatkan Kelompok Informal Soal Sandera
Diplomasi Investasi, Bila Poros Bergeser Ke China

Leave a Reply