29
Jun
2015
0

Prof. Tirta N. Mursitama, Ph.D : Indonesia Harus Pepet Tiongkok Untuk Memanasi AS

Ketua Jurusan Hubungan Internasional Universitas Bina Nusantara, Prof. Tirta N. Mursitama, Ph.D, meminta Pemerintahan Jokowi memainkan peran untuk mengambil keuntungan di tengah persaingan antara Tiongkok dan Amerika Serikat (AS) yang saat ini sedang berebut pengaruh di Kawasan Asia Pasifik.

“Kita harus jeli, apakah mau tenggelam di tengah persaingan negara-negara super power, atau mencari peluang di tengah situasi yang ada untuk kepentingan ekonomi, politik, dan pertahanan nasional,” kata Tirta saat menjadi pembicara pada diskusi bertajuk “Kompetisi China dan Amerika di Asia Pasifik, Posisi Indonesia dan Dampak Terhadap Stabilitas Kawasan”, di kantor PGK, Tebet, Jakarta, Se

lasa (9/6) petang.

Menurut Tirta, Indonesia adalah kekuatan middle power di tengah persaingan Tiongkok dan AS di Kawasan Asia Pasifik. Sebagai kekuatan tengah, katanya, Indonesia harus lebih dekat dengan Tiongkok tanpa mengabaikan Amerika beserta negara-negara afiliasinya di Asia seperi Jepang dan Korea.

Ia berpendapat, Indonesia akan lebih mendapatkan keuntungan dari Tiongkok yang saat ini sedang gencar berinvestasi di banyak negara menyusul pesatnya pertumbuhan perekonomian di negara tersebut.

“Apalagi, pemerintah Indonesia dan Tiongkok sudah memiliki komitmen unuk pembangunan Bandara dan pelabuhan. “Ya kita pepet terus sampai proyeknya bisa jalan,” ujarnya.

Tirta mengemukakan, pendekatan Pemerintah Jokowi ke Tiongkok juga bisa menjadi strategi untuk memanas-manasi Amerika Serikat agar menambah nilai investasinya di Indonesia. Ia yakin, Amerika dan negara-negara koalisinya tidak akan meninggalkan Indonesia meski menunjukkan kedekatan dengan Tiongkok.

“Ini untuk memanas-manasi saja, dalam rangka meningkatkan bargain position kita,” katanya.

Meski demikian, Tirta mengingatkan ada risiko yang harus

dihadapi Indonesia saat lebih dekat dengan Tiongkok. Risiko itu lebih kepada persoalan ideologi Tiongkok yang berbeda dengan Amerika. Begitu juga dengan model kepemimpinan dari kedua negara adidaya tersebut.

Dalam konteks ideologi dan kepemimpinan itu, katanya, Amerika dan Eropa memandang Tiongkok tidak mendorong demokratisasi dan tidak menghormati nilai-nilai HAM yang diperjuangkan Barat. AS dan sekutunya kemungkinan akan menekan Indonesia jika dianggap terlalu dekat dengan Tiongkok.

“Tapi business is business. Nilai investasi enggak akan berkurang. Sebab, investasi lebih berorientasi untuk menghasilkan untung. Karena itu, saya yakin Amerika, Jepang dan Korea tidak akan meninggalkan Indonesia,” kata Tirta.

sumber : sayangi.com
foto: istimewa (montase)

0

Leave a Reply