Jepang menorehkan sejarah baru. Kaisar Akihito turun takhta pada 30 April 2019 dan digantikan oleh putra mahkota Naruhito yang naik takhta sebagai Kaisar Jepang ke-126 sehari setelahnya. 

Peristiwa bersejarah ini sungguh unik dan menarik. Pertama, tidak pernah terjadi dalam sejarah Jepang lebih dari 200 tahun terakhir seorang kaisar turun takhta, bukan digantikan karena wafat. Aki batnya, permintaan yang telah disampaikan Kaisar Akihito sejak 2006 tersebut harus melalui serangkaian proses panjang dan rumit melibatkan parlemen, kantor kekaisaran, perdana menteri yang akhirnya menghasilkan aturan yang berlaku khusus untuk Kaisar Akihito dan berlaku satu kali ini saja. Kedua, menarik untuk dili – hat sosok Kaisar Naruhito dan peran baru yang diharapkan dari seorang Kaisar Jepang di era modern ini. Tulisan ini akan mengupas bagaimana hubung – an antara sosok pribadi Kaisar Naruhito, lingkungan inter – nasional yang berubah serta pentingnya mendefinisikan peran baru yang memberikan harapan bagi Jepang dan dunia internasional. 

Sosok Modern 

Naruhito bisa dikatakan sebagai Kaisar Jepang yang hidup dan tumbuh di zaman modern ini. Ia menyelesaikan studi sarjana bidang sejarah di Gakushuin University, Tokyo, yang dikenal sebagai univer – sitas tempat mendidik kalang – an keluarga kaisar. Selanjutnya, Naruhito meneruskan keter – tarikan pada studi sejarah di Oxford University, London, hingga selesai. Sebagai seorang kaisar negara sebesar Jepang dengan tradisi ketimuran yang kuat dan mengenyam pendidikan Barat, Naruhito digodok sebagai sosok calon penerus takhta dengan memadukan nilai-nilai adat Timur dan Barat. 

Wisdom khas Jepang yang jernih dalam berpikir dan berhati-hati dalam bertindak berpadu dengan pemikiran terbuka akan nilainilai baru dan apa adanya ala Barat. Hal ini paling tidak ter cer – min dari ungkapan Naruhito pada 2017 bahwa setiap kaisar memiliki tantangan dan peran tersendiri di masanya. Per nya – ta an ini bisa menjadi sinyal bahwa sebagai sosok putra mahkota memiliki pemikiran terbuka dalam membaca per – ubahan zaman. Selain itu, ada harapan bahwa ia tidak akan hanya melakukan hal-hal kon – servatif yang bersifat sere monial belaka. Pidato singkatnya saat pengukuhannya sebagai kaisar, Naruhito bersumpah untuk men jadi simbol negara dan per – satuan serta akan taat kepada konstitusi dan selalu dekat de – ngan rakyat. 

Hal ini menyi rat – kan perpaduan antara keya kin – an mempertahankan tradisi, tetapi juga membuka ekspek – tasi sebagai sosok yang siap melakukan yang terbaik bagi Jepang. Permaisuri Masako Owada yang merupakan lulusan Oxford dan Harvard University, mantan diplomat Jepang yang bersinar serta putri seorang guru besar Hubungan Internasional, men – jadi sosok penyempurna bagi Kaisar Naruhito. Sebagai sosok yang cerdas tentu akan semakin menguatkan kewibawaan kai – sar maupun dalam melahirkan peran baru Kaisar Jepang yang tidak hanya dilakukan kaisar, tetapi oleh pasangan tersebut di depan publik. 

Peran Baru 

Menjadi kaisar sebuah negara besar yang pernahjayadimasalalu maupun masih men – jadi kekuatan terbesar ketiga di dunia saat ini tentu menggagas pe – ran baru, namun autentik sangat diharapkan. Walaupun pasca-Perang Dunia II tradisi peran besar dan penting Kaisar Jepang telah bergeser menjadi lebih sim – bolik, bukan berarti Kaisar Naruhito ha – nya akan duduk ma – nis di dalam istana kerajaan. Pasti ada kontinui – tas peran dengan me – lanjutkan yang telah dilakukan oleh ayah – nya, Kaisar Emeritus Akihito. Apalagi, Akihito telah berhasil meletak – kan dasar peran Kaisar Jepang yang diplomatis dan disegani di mata dunia, dekat dengan rak yat dan sangat dicintai rakyat nya. Di sisi lain, adanya per ubah an peran ke arah yang lebih terbuka, ino – vatif dan kreatif ke depan sangat ditunggu. 

Kaisar Naruhito harus me – miliki tone, gaya dan substansi kepemimpinan tersendiri se – hingga tidak terbelenggu de – ngan sejarah masa lalu. Narasi tentang Jepang bersalah atas terjadinya perang dan korban yang ditimbulkan, trauma men – dalam bagi Jepang dan negara yang menjadi korban harus sudah ditinggalkan. Saatnya kini membangun narasi hubungan kerja sama yang lebih bermakna dan kontributif pada dunia internasional. Dunia internasional setidaknya menunjukkan sikap positif. Xi Jinping, Presiden China, me – nyambut baik dan me nekankan antara Jepang dan China telah memiliki hubungan penuh persahabatan sejak lama.

Di sisi lain, Donald Trump, Presiden Amerika Serikat (AS), berjanji akan semakin meningkatkan ikatan kedua negara yang telah terjalin erat selama ini. Bagi Jepang, AS menjadi sekutu ter – penting dan paling berpengaruh yang menjadikan Jepang hingga seperti sekarang ini, termasuk meredupnya peran seorang kaisar. Sementara Shinzo Abe, PMJepang, juga mengindikasikankeinginanperanJepangyang baru dalam dinamika situasi internasional yang terus ber – ubah drastis dan tak terduga seperti saat ini. Dierabaruber – tajuk Reiwa yang berarti beautiful harmony atau keseimbangan yang indah seba – gai penanda naik takhtanya Kaisar Naruhito, tampak nya menjadi penamaan masa yang tepat. 

Dunia saat ini terus ber – ubah secara dina – mis dan dramatis sehingga arsitektur hubungan internasional susah ditebak, ter – lebih lagi di tengah menurunnya peran internasional Jepang. Sebagai sosok yang mema – hami sejarah dan situasi domestik Jepang, tentu Kaisar Naruhito harus mencari terobosan di tengah posisinyayangmenjadisimbol. Masyarakat Jepang tentu mengharapkan kebangkitan ekonomi, sosial, dan budaya setelah lebih dari tiga dekade Jepang terperosok pada resesi ekonomi berkepanjangan. Hubungan yang lebih dekat, intensif, dan saling mengun – tung kan antara seorang Kaisar dan Perdana Menteri Jepang da lam koridor informal mung – kin dapat menjadi tonggak ke – bangkitan Jepang yang baru. 

Dalam konteks ini, Kaisar Naruhito dapat memberikan terobosan peran baru sebagai ambasador dunia nilai-nilai uni versal dalam rangka menciptakan dunia yang sudah seharusnya diwarnai dengan keindahan yang lebih seim – bang. Dunia yang belum tentu absen dari perang atau konflik, namun diharapkan lebih pasifis memperhatikan kesejahteraan umat dan kemajuan peradaban manusia yang lebih hakiki ber dasarkan kemajuan ilmu penge tahuan dan teknologi. Bagi Jepang, tentu menjadi tantangan tersendiri sebagai salah satu negara trendsetter inovasi teknologi dan ilmu pengetahuan karena itu artinya keseimbangan dunia yang indah harus mulai dari dalam negeri mereka sendiri. 

Bagi Indonesia yang memiliki hu bungan sejarah yang panjang dengan Jepang hingga kini, diharapkan dapat mengapitalisasi kepe – mim pinan Kaisar Jepang yang baru ini dengan menjalin hu – bungan yang lebih dekat di tatar an kenegaraan kedua negara besar di Asia Timur dan Asia Tenggara, seperti yang per – nah dilakukan Kaisar terdahulu di era 1960-an. Akhirnya, mempertimbangkan sosok pribadi kaisar dan per – maisuri serta konteks modern di mana ia tumbuh serta modalitas domestik Jepang yang dimiliki, kita layak mengharapkan fajar baru di Negeri Matahari Terbit yang lebih bermakna tidak hanya bagi Jepang, tetapi juga bagi dunia. 

TIRTA NUGRAHA MURSITAMA 
Profesor, Wakil Rektor Riset dan Transfer Teknologi BINUS University, Alumnus Gakushuin University, Tokyo, Jepang

sme : http://koran-sindo.com

foto: Wsj


ArticlesFeatured
Author: admin

Get Connected