10
Jan
2015
0

Dionisius Nardjoko: Posisi Indonesia Sangat Penting dalam Rantai Nilai Global

“Globalisasi merupakan fenomena yang tak terhindarkan saat ini termasuk di dunia bisnis global. Oleh karena itu, tantangan bangsa Indonesia termasuk para generasi muda saat ini bagaimana kita mendapatkan manfaat yang sebesar-besarnya dari fenomena ini”. Demikianlah antara lain pesan dari kuliah tamu (Guest Lecture) yang disampaikan oleh Dr. Dionisius Nardjoko Economist of Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) dan juga pendiri Presisi Indonesia.

Kegiatan kuliah tamu ini dilaksanakan pada mata kuliah Indonesia in Perspectives (Indonesia dalam Perspektif) pada tanggal 8 Januari 2015 yang lalu. Mata kuliah Indonesia in Perspectives merupakan salah satu mata kuliah unggulan pada Departemen Hubungan Internasional BINUS University yang secara khusus disusun dengan tujuan melihat Indonesia dari berbagai perspektif antara lain politik, ekonomi, sosial, hukum dan budaya.

Pada kuliah tamu yang dimoderatori oleh Dr. Tirta Mursitama Ketua Departemen Hubungan Internasional BINUS University, Dr. Dionisius menggarisbawahi perlunya perubahan cara berpikir (mindset) dalam melihat globalisasi sebagai sebuah fenomena yang dapat meningkatkan kesejahteraan dan produktifitas. Selanjutnya, pembicara memaparkan bagaimana posisi Indonesia menjadi sangat penting dalam rantai nilai global (global value chain) tidak hanya dalam konteks regional Asia Tenggara (ASEAN) tetapi juga Asia dan dunia.

Hal yang menarik adalah interaksi yang terjadi antara pembicara dan mahasiswa dalam kuliah tamu tersebut. Pembicara melontarkan beberapa pertanyaan untuk memancing rasa ingin tahu dari mahasiswa. Sebagai respon, mahasiswa juga mencoba mengemukakan pandangannya walaupun pada awalnya masih malu-malu.

Suasana kelas menjadi semakin hidup ketika Dr. Dionisius memberikan contoh-contoh kasus global value chain seperti Mark&Spencer, Kalbe International, Semen Indonesia, C.P. Group, Pokphand, DP Architects Pte Ltd dan Nge Ann – Adelaide Education Centre. Ilustrasi detail yang diberikan secara detail menjadi bernas dan mendalam ketika pembicara memaparkan bagaimana sebuah produk Mark&Spencer dibuat. Cerita tentang proses pembuatan pakaian dalam itu menarik para mahasiswa.

Proses belajar interaktif ini berlanjut pada sesi tanya jawab ketika tak kurang dari empat orang mahasiswa menanyakan hal-hal yang kritis untuk memenuhi rasa ingin tahu mereka. Antara lain mereka menanyakan kesiapan Indonesia menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN dan isu pekerja (labor) dalam konteks global value chain; bagaimana agar Indonesia tetap bisa independen dari investasi asing dalam dunia yang interdependensinya tinggi; dan key drivers apa bagi negara berkembang agar sukses dalam global value chain.

Hal lain yang menjadi kelebihan dari kelas ini adalah menggunakan Bahasa Inggris sebagai pengantarnya. Kelas Indonesia in Perspectives ini memang dipilih sebagai salah satu mata kuliah unggulan di Departemen Hubungan Internasional yang termasuk dalam program “Delivery in English “ di BINUS University. Program ini adalah mendorong penggunaan Bahasa Inggris pada beberapa mata kuliah pilihan dalam program regular (bukan program internasional atau global class). Tujuannya antara lain adalah mengenalkan kepada mahasiswa regular dan membiasakan mereka untuk memahami substansi perkuliahan dengan bahasa asing. Dengan demikian, pada gilirannya akan meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris mereka. Selain itu, tujuan lain adalah pembukaan kelas yang berbahasa Inggris ini akan menarik mahasiswa asing yang untuk belajar tentang Indonesia di Departemen Hubungan Internasional BINUS University.

Dengan demikian, pelaksanaan kuliah tamu kali ini yang menghadirkan pembicara yang berkualitas dan ahli di bidangnya dari institusi yang bereputasi internasional seperti ERIA, sekaligus merupakan wujud kerjasama internasional dan keseriusan serta komitmen Departemen Hubungan Internasional BINUS University memberikan pengajaran Hubungan Internasional yang berkualitas dunia.

Kuliah tamu ditutup dengan foto bersama antara pembicara, dosen pengampu mata kuliah Ekawati Sudjono, dan para dosen lain yang hadir Deputy Head Mutti Anggitta dan Pamungkas Ayudaning Dewanto sebagai Subject Content Coordinator yang memimpin rumpun ilmu Multinational Corporation and Regionalism yang sangat terkait dengan tema kuliah tamu kali ini. Menutup kuliah tamu ini, Dr. Tirta Mursitama Ketua Departemen Hubungan Internasional BINUS University mengucapkan penghargaan setinggi-tingginya atas kehadiran Dr. Dionisius dalam kuliah tamu tersebut dan berharap kerjasama ini dapat berlanjut pada kesempatan yang lain.

sumber : binus.ac.id

0

You may also like

Mencermati Singapura
Mengapa WNI kerap dijadikan sasaran penculikan Abu Sayyaf?
RI Turns to Russia for Weaponry
RI Diserukan tetap Libatkan Kelompok Informal Soal Sandera
Diplomasi Investasi, Bila Poros Bergeser Ke China

Leave a Reply