Ketua Asosiasi Ilmu Hubungan Internasional Indonesia (AIHII) Tirta Mursitama mengatakan masyarakat ASEAN, termasuk Indonesia, belum kunjung berbaur satu sama lain atau masih terjebak pada organisasi regional yang elitis jelang penerapan Masyarakat Ekonomi ASEAN pada awal 2016. "Belum sepenuhnya berbaur, bahkan lebih dikenal sebagai organisasi regional yang elitis," kata Tirta lewat keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Kamis.

Satu tahun sudah pemerintahan Joko Widodo– Jusuf Kalla (Jokowi–JK) memimpin Indonesia. Dari pandangan hubungan internasional, khususnya diplomasi bisnis Indonesia, duet Jokowi– JK melakukan tugasnya dengan cukup agresif. Di beberapa bagian bahkan cenderung menuai kontroversi. Tulisan ini melihat dari dua hal. Pertama, kecenderungan pemerintah Jokowi–JK lebih dekat ke China. Kedua, implikasi yang ditimbulkan oleh faktor yang pertama tadi dengan kasus kegagalan Jepang dalam memenangkan proyek high-speed railway (HSR) Bandung–Jakarta. Pasca-Reformasi, atau bahkan sejak Orde Baru, Pemerintah Indonesia terus menunjukkan kedekatan dengan China sejak Gus Dur, Megawati, SBY, dan diteruskan Jokowi.

International Relations Department, Bina Nusantara University (IR BINUS) is the first Indonesian university that successfully secures the first grantee of Lecture Series Grant sponsored by the Chiang Ching-Kuo Foundation (CCKF) for International Scholarly Exchange. This foundation is widely known as the most excellent and distinguished non-profit organization whose primarily focus to support scholars and institutions worldwide in their pursuit of research on Chinese Civilization, and to promote cooperation and exchange between domestic and foreign academic organizations.

Departemen Hubungan Internasional dengan bangga menyampaikan ucapan terima kasih dan kebanggaan yang sebesar-besarnya atas prestasi yang telah dicapai mahasiswa HI Binus baik dalam level nasional maupun internasional. Prestasi mahasiswa HI Binus meliputi prestasi yang sesuai bidang ilmu (Model of United Nations) dan di luar bidang ilmu (renang indah).

Sonny Tryananto (Binusian 2018) mendapat banyak penghargaan dalam Model of United Nations. Yang pertama di tahun ini adalah Nanyang Technological University Model United Nations (NTU-MUN 2015). Sonny Tryananto sebagai delegasi dari Republik Islam Pakistan memenangkan penghargaan “The Most Charming Delegation?. Artinya adalah kertas posisi yang dibuat oleh Sonny memiliki pemahaman komprehensif tentang posisi negara, kepatuhan terhadap posisi, kemampuan untuk mempertahankan kepentingan, akurasi sikap dan yang terakhir adalah pemahaman penulis terhadap isu. Sonny Tryananto telah berpartisipasi dalam begitu banyak konferensi MUN dalam tahun 2015 ini. Seperti; konferensi ALSA Padjadjaran Model United Nations Maret 2015. Dalam konferensi itu Sonny mendapat predikat “The Most Outstanding Award?. Setelah itu dia mengikuti Jayabaya MUN 2015 Sonny menjadi “The Most Outstanding Delegations” di Jayabaya MUN 2015. MUN terakhir yang diikuti oleh Sonny adalah “Padjajaran MUN 2015″. Sonny Tryananto dalam acara ini mewakili Republik Afrika Selatan. Dalam Padjajaran MUN, Sonny mendapat “The Best Position Paper” dan ini adalah lima (5) Awards di satu tahun keikutsertaan dalam MUN. Mahasiswi HI BINUS, Andriani Shintya Ardhana (Binusian 2017) mengikuti kejuaraan Renang Indah di Perancis dan Jerman pada Maret 2015. Pertandingan German Open diikuti oleh 17 negara dan French Open diikuti oleh 34 negara. Dalam pertandingan German Open, Timnas Renang Indah Indonesia berhasil mendapatkan medali perunggu (peringkat ketiga) bersama tim dari Argentina di peringkat kedua dan tim dari Perancis di peringkat pertama di nomor pertandingan Team. Keberhasilan dari Adriani menambah panjang prestasi mahasiswa HI Binus, tidak hanya dalam bidang akademik namun juga dalam bidang non-akademik termasuk olahraga. [RM Sonny Tryananto & Andriani Shintya Ardhana, –dengan berbagai pengolahan]   sumber : binus.ac.id

The auditorium of Bina Nusantara University’s Anggrek campus were decked to the gills as lecturers and other eminent academics from the university welcomed a new member into their ranks.

Led by Professor Harjanto and Bina Nusantara chief executive Bernard Gunawan, the academics congratulated newly elevated professor Tirta Nugraha Mursitama, the chairman of the School of Social and Political Sciences’ International Relations Department, for attaining the academic pinnacle. Tirta affirmed his place as the man of the hour with his speech on the Indonesian “state and market in the global era: [Using] business diplomacy to face the Asean Economic Community in 2015.”

Six months after taking office, Indonesian President Joko Widodo is starting to step away from his predecessor’s foreign policy of keeping everyone happy. Widodo, known as Jokowi, criticized the United Nations and International Monetary Fund at this week’s Asian African Conference in Jakarta. He’s pledged to increase defense spending, ordered foreign boats seized for illegal fishing to be destroyed, and declined to pardon two Australian drug smugglers facing a firing squad, leading to warnings of damaged ties.

Hari ini Rabu (22/4) BINUS UNIVERSITY dipenuhi dengan rasa sukacita dan bangga yang besar karena dikukuhkannya seorang Guru Besar di BINUS UNIVERSITY. Sosok yang mendatangkan suka cita itu adalah Prof. Tirta Nugraha Mursitama, S.Sos., M.M., Ph.D. Hari ini Prof. Tirta akan dikukuhkan dihadapan senat perguruan tinggi BINUS UNIVERSITY dan tamu-tamu undangan dari dalam dan luar negeri, di auditorium Kampus Anggrek BINUS UNIVERSITY.

Terlepas dari berbagai isu politik yang ada di Indonesia, kita sudah selayaknya bangga menjadi warga negara Indonesia. Dengan segala kekayaan yang Indonesia miliki, mulai dari kekayaan bahasa, budaya, hasil bumi, tambang, hingga sumber daya manusianya yang berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang tinggi selama beberapa tahun belakangan ini. Indonesia berhasil menempati posisi 16 besar dalam Group of Twenty (G-20). G-20 adalah kelompok 19 negara dengan perekonomian terbesar di dunia ditambah dengan Uni Eropa. Indonesia merupakan satu-satunya negara ASEAN yang masuk ke dalam G-20, dan dapat dimasukkan dalam kelompok menengah di dalamnya bersama dengan negara-negara maju seperti Amerika, Inggris, Korea Selatan dan Jepang.

Wafatnya Lee Kuan Yew (LKY), Bapak Singapura, Senin dini hari lalu mendapat perhatian dunia. Paling tidak ada dua hal yang menyebabkannya. Pertama, faktor pribadi LKY yang dinilai sangat luar biasa dalam mentransformasikan Singapura dari negara seukuran sebuah kota yang hampir tidak dikenal dunia pada tahun 1960- anhinggamasukmenjadi jajaran elite negara di percaturan internasional saat ini. Kedua, menyangkut masa depan Singapura setelah wafatnya LKY dan relevansinya bagi negara-negara lain yang sedang membangun, termasuk Indonesia.