Terpilihnya Halimah Yacob, 63, sebagai presiden Singapura untuk 6 tahun ke depan menuai kontroversi. Paling tidak bila dilihat dari beberapa hal. Pertama, aturan konstitusi yang hanya memberikan kesempatan kepada etnik Melayu menjadi presiden pada periode kali ini. Kedua, Halimah menduduki jabatan presiden tanpa pemilihan suara karena kandidat lain tidak memenuhi syarat. Ketiga, publik Singapura menyebutnya sebagai reserved election (pemilihan yang telah disiapkan tanpa bertanding) sehingga mencederai proses pemilihan presiden yang tidak sesuai dengan nilai-nilai demokrasi.